Ranum. Ceria. Segar. Polos. Energik,Ah, entah apalagi kata yang pantas untuk menggambarkanmu. Berjuta warna yang mewarnai kehidupanmu. Mengingatkan aku betapa indahnya masa-masa sepertimu dulu. Betapa indahnya saat aku seperti engkau dahulu. Banyak teman. Banyak guru-guru. Banyak cerita yang tak lekang meski kini telah terlampaui masa. Menjalani sebuah episode terindah dalam hidup. (kusebut terindah, karena ternyata tiada kutemui sebelum dan sesudahnya, masa-masa seperti dulu itu. Masa duduk di Madrasah Aliyah. Masa remaja). Ya, masa itulah yang kini telah mengajariku banyak hal. termasuk mengenal cinta dan masa depan.
Engkau, siswa-siswiku yang kucintai
Perlu kau ketahui, betapa aku bangga menjadi guru Madrasah kita. Tahu kenapa? Jujur saja dek, mungkin saat Bapak dulu masih di sana seperti kalian sekarang, perasaannya biasa-biasa aja. Semua hal dilewati wajar-wajar saja. Bahkan Bapak sendiri kadang merasa jenuh atau sebel kepada salah satu guru atau kepala sekolah yang kata kalian angker itu. Segudang tugas-tugas yang rasanya nyebelin banget, atau tiba-tiba ada ulangan harian sedang kita ‘gak siap; terus terang semua itu bikin kita ‘gak konek dan jengkel; Yang paling bikin protes, manakala terlambat masuk kelas, harus bayar infaq atau terpaksa kudu nyuci WC yang bau banget! Atau pak “Anu” yang ngambek gara-gara telat membaca Al-Qur’an dan terjemahannya. Yaah…pokoknya semua hal yang berbentuk aturan, kebijakan Madrasah inginnya dilabrak gitu aja. Jujur Bapak pun pernah merasakan semua itu. Apalagi waktu itu Bapak aktif di OSIS, tiba-tiba kudu ninggalin ulangan/pelajaran gara-gara ada rapat mendadak atau ada yang sakit dan meninggal, Biasa ‘kan di sekolah kita harus peduli dan keliling-keliling ke semua kelas mengedarkan kotak sumbangan.
Siswaku, tapi percayalah!
Semua itu kini Bapak rasa adalah masa-masa yang paling indah. Harus kalian ketahui bahwa kelak jika kalian lulus Aliyah, kalian tidak akan menemukan lagi suasana seperti itu lagi. Dunia kampus sungguh jauh berbeda Adikku. Kita tidak bisa lagi akrab bercengkrama dengan guru-guru, bahkan teman-teman sekelas sekali pun.
Siswaku, kini Bapak merasa menjadi orang paling beruntung menjadi alumni Madrasah Aliyah…
Karena dari sanalah Bapak mengenal lebih dalam agama Islam. Belajar ngaji. Belajar berdakwah. Dan yang tak kalah penting adalah belajar peduli terhadap sesama. Karena terang saja, di perguruan tinggi yang dulu Bapak tempati, pengetahuan yang kita dapatkan di Aliyah akan sangat-sangat berguna.
Dek, Bapak bersyukur bisa sekolah di MAN. Karena dari sanalah Bapak belajar mencintai. Belajar mengenal Allah dan Rasul-Nya.
Oya, Bapak punya pesan buat kalian,
Sebentar lagi bagi kalian yang kelas XII akan menghadapi Ujian Nasional, Persiapkanlah dengan baik. Jangan anggap enteng apalagi ‘kan sekarang mah standar kelulusannya semakin tinggi, dan bidang yang diujikannya banyak. Kurangi waktu main dan belajarlah. Belajarlah! Tahun kemarin angkatan 2007 semua lulus dengan baik. Dan tahun sekarang pun jangan pernah ada yang tidak lulus! Semua harus lulus. Harus!
INGAT BAIK-BAIK!
Tentunya kalian tidak mau menanggung malu karena tidak lulus ‘kan? Makanya belajar!
Sampaikan salam Bapak untuk teman-teman di MAN 2 Kediri. Salam hormat dan TAKZIM!
“Dari Guru Yang Mencintai Kalian”







